RSS

10 Botol Pujimin Kapsul – Rp. 160 ribu rupiah

160

Beli 10 Botol PUJIMIN KAPSUL harga @Rp. 160 ribu. Rupiah.

Dapatkan 10 botol PUJIMIN KAPSUL @Rp. 160.000,00 (Seratus Enam Puluh Ribu Rupiah) – Belum termasuk Ongkos Kirim via TIKI untuk Seluruh INDONESIA.

PUJIMIN KAPSUL untuk INDONESIA SEHAT

 
Leave a comment

Posted by on April 2, 2014 in Uncategorized

 
Image

ALBUMIN

http://pujimin.net/

PUJIMINDR

 
2 Comments

Posted by on October 10, 2012 in Uncategorized

 

ALBUMIN MURAH – Kualitas Istimewa – Produk Nusantara

DARUWIJAYA NETWORKS

PUJIMIN HOTLINE’S, 021-99697771

Pelanggan (08179800007)

ALBUMIN MURAH – Kualitas Istimewa – Produk Nusantara untuk Indonesia Raya

 

 
5 Comments

Posted by on May 21, 2009 in Uncategorized

 

PUJIMIN UNTUK INDONESIA

pujimin_2

$20

 
6 Comments

Posted by on March 29, 2009 in Uncategorized

 

Tags:

PUJIMIN kapsul ALBUMIN

Pujimin kapsul Albumin

Pujimin kapsul Albumin

Call : 021 96672211, 021 – 99697771, 08179800007

Daruwijaya & Riniwijaya, Jakarta, Indonesia.

 
13 Comments

Posted by on July 7, 2008 in suplement

 

Tags:

PUJIMIN DARUWIJAYA

DAPATKAN “PUJIMIN” di 02196672211

1 botol / 30 kapsul

Nurpudji Astuti dan Nilai Tambah Ikan Gabus

Bagi sebagian orang, ikan gabus tak masuk hitungan lauk favorit. Untuk nelayan pun ikan gabus dianggap kurang bernilai ekonomis. Namun, di tangan dokter Nurpudji Astuti, ikan ini memiliki nilai tambah.

Ikan yang tak disukai karena baunya yang amis ini, dia “sulap” menjadi suplemen makanan yang berfungsi menjaga metabolisme tubuh, menaikkan kadar albumin, dan mempercepat pemulihan kesehatan. Ikan gabus diracik sedemikian rupa, dibuat serbuk, kemudian dimasukkan dalam kapsul. Bau amis ikan yang tak disukai itu pun hilang, tak terasa lagi.

Hampir semua pasien berkadar albumin rendah yang diberi suplemen dari ikan gabus ini, kadar albuminnya naik lebih cepat ketimbang pemberian albumin lewat infus. Bahkan, pasien berkadar albumin rendah yang diikuti komplikasi penyakit lain seperti TB, diabetes, patah tulang, stroke, hingga HIV/AIDS, kondisinya bisa lebih baik dengan pemberian kapsul ikan gabus.

Pada anak dengan gizi buruk dan berat badan kurang, pemberian biskuit dari bubuk ikan gabus, membuat berat badan mereka naik minimal 1 kilogram per bulan. Maka, bersama kader posyandu, petugas puskesmas dan rumah sakit yang merawat anak bergizi buruk, Pudji memberikan biskuit ikan gabus secara rutin.

Ibu hamil kurang gizi juga diberi kapsul ikan gabus untuk asupan protein dan zat besi yang diperlukan selama masa kehamilan agar bayi yang dilahirkan lebih sehat.

Fungsi albumin

Pudji memandang albumin dalam tubuh sebagai indikasi mortalitas, morbiditas, dan metabolisme tubuh. Albumin juga berfungsi mempertahankan regulasi cairan dalam tubuh. Bila kadarnya rendah, protein yang masuk tubuh akan pecah, dan tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan, penyerapan obat-obatan yang seharusnya berfungsi menyembuhkan, tak akan maksimal.

Oleh karena itu, pasien berkadar albumin rendah diberi infus untuk menaikkan kadar albuminnya. Namun, infus itu biayanya mahal, Rp 1,4 juta setiap pemberian. Ini pun minimal harus diberikan tiga kali. Untuk pasien tak mampu, ini memberatkan. Bahkan, pasien pengguna Askes pun menanggung sendiri biaya pemberian infus baru bila kadar albumin 2,2. “Kadar albumin normal 3,5-4,5,” ujar istri Taslim Arifin itu.

Kondisi tersebut membuat ibu tiga anak ini berusaha mencari bahan lain untuk menaikkan kadar albumin dengan harga terjangkau. Ahli gizi yang melakukan banyak penelitian ini pun sampai pada ikan gabus yang mengandung kadar albumin tinggi. Ikan gabus dipilih juga karena relatif mudah didapat dan harganya murah.

Dalam percobaan pertama, Pudji memberi masakan ikan gabus kepada pasien di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan. Ikan gabus dalam bentuk makanan ini berhasil menaikkan kadar albumin. Tetapi, jumlah petugas dapur di rumah sakit kurang. Kalaupun ada, mereka kewalahan meracik ikan gabus, apalagi dengan komposisi yang dianjurkan.

“Saya mencoba membuat cairan, lalu dimasukkan melalui selang makanan. Ini pun berhasil, tetapi banyak pasien yang menolak baunya,” tutur Pudji.

Ekstrak dalam kapsul

Dia lalu mencari cara agar pemberian ikan gabus bisa lebih mudah. Bersama beberapa rekan, Pudji melakukan percobaan hingga menemukan cara, yakni membuat ekstrak ikan gabus dan memasukkannya dalam kapsul. Cara ini berhasil karena pemberiannya lebih mudah, dan pasien tak lagi menolak baunya.

Pudji lalu mendaftarkan permohonan paten kapsul ikan gabus dengan nomor P00200600144, berjudul produk konsentrat protein ikan gabus. Permohonan paten ini diumumkan pada 8 Maret lalu oleh Departemen Kehakiman dengan nomor publikasi 047.137.A.

Dia sebenarnya meneliti ikan gabus sejak tahun 1994. Pada 2003 Pudji mulai memberikan cairan ikan gabus melalui selang makanan pada pasien di Rumah Sakit Wahidin. Tahun 2004-2005, tamatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini membuat ikan gabus dalam bentuk kapsul.

Untuk meyakinkan dan membuktikan suplemen makanan yang dibuat itu bisa diterima di mana-mana, Pudji mengirimkan kapsul tersebut kepada rekan dokter di berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jakarta.

“Saya minta mereka memberikannya kepada pasien dengan beragam penyakit seperti luka patah tulang, stroke, gula, TB, atau gizi buruk. Hasilnya, pemberian suplemen makanan ini membuat pasien sembuh lebih cepat, dan kondisinya menjadi lebih baik,” paparnya.

Sebagai dokter spesialis gizi, Pudji resah atas maraknya kasus gizi buruk. Menurut dia, banyak pasien gizi buruk yang membaik setelah diberi biskuit ikan gabus. Sesuatu yang sebenarnya mudah didapat dan murah harganya. Kini, tinggal kemauan dan keseriusan pemerintah daerah untuk berjaringan dengan berbagai instansi, termasuk perguruan tinggi. “Saya siap membantu,” ucapnya.

Apalagi, ujar Pudji, penggunaan ikan gabus untuk produksi makanan tambahan juga bisa memberi nilai tambah ekonomis bagi petambak. Ini akan lebih terasa bila produksi makin meningkat. Dia memang membuat kapsul itu dalam skala laboratorium karena penggunaannya pun masih terbatas

Ikan gabus

Ikan gabus adalah sejenis ikanbuas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di pelbagai daerah: aruan, haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw.), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793).

 Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit.

 Salah satu masalah di antara sejumlah masalah yang penting dalam hidup ini adalah bagaimana kita/orang memandang masalah. Masalah “memandang masalah” adalah sebuah masalah yang sangat penting. Tidak hanya karena semua orang pasti memiliki sejumlah masalah, melainkan juga karena di luar diri pun pasti banyak masalah.Tetapi hendaknya diingat dan selalu diingat, bahwa masalah tidak selalu harus diartikan sebagai “sesuatu yang bersifat negatif”. Segala sesuatu memiliki dua sisi. Kalau Anda melihat sesuatu negatif berdasar sudut pandang Anda, berarti sesuatu itu memiliki segi positifnya, segi yang akan memberi atau menjadi peluang yang akan dapat menghadirkan suatu perkembangan yang tidak terduga. Siapakah yang dapat melihat sesuatu itu positif, sementara orang banyak di sekeliling melihatnya negatif? Hanya “orang gila”. Berikut adalah sebuah contoh nyata yang mengagumkan dan membanggakan. Di samping lele, ikan darat yang dikenal luas dan dikonsumsi masyarakat adalah mujahir, sepat, ikan mas dan ikan gabus.

Berbeda dengan ikan-ikan yang tersebut terdahulu, ikan gabus tidak atau kurang disukai alias belum termasuk lauk yang dirindukan. Tetapi, kesan itu kini telah terpatahkan oleh kehadiran Doktor Nurpudji Astuti, yang sejak tahun 2006 menjadi Guru Besar Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar.
Ketidak atau kekurang populeran ikan gabus itu gara-gara bau amis yang menjadi suplemen makan yang berfungsi menjaga metabolisme tubuh, menaikkan kadar albumin dan mempercepat pemulihan kesehatan.
Ikan gabus yang telah dibuat serbuk, dimasukkan ke dalam kapsul, bau amis tidak akan tercium lagi. Gunanya:
1. Mampu menaikkan kadar albumin lebih cepat daripada dengan diinfus.
2. Kondisi pasien berkadar albumin rendah yang juga mengidap penyakit lain, misalnya Stroke, Diabetes, HIV/AIDS akan membaik.
3. Menaikkan berat badan anak yang kurang gizi, kurang lebih 1 kilogram tiap bulan.

4. Bayi yang akan dilahirkan oleh ibu yang kurang gizi akan menjadi lebih sehat dengan diberi kapsul ikan gabus untuk mendapatkan tambahan protein dan zat besi.

Untuk memasyarkatkan berbagai kegunaan itulah Doktor Astuti secara rutin memberikan biskuit ikan gabus, bersama Petugas Puskesmas, Kader Posyandu dan Petugas Rumah Sakit.

Kecuali sebagai indikator mortalitas, morbiditas dan metabolisme tubuh, albumin juga berfungsi sebagai penahan regulasi cairan dalam tubuh. Bila oleh sebab apa pun kadar albumin ternyata rendah, protein yang masuk ke tubuh tidak akan dapat berfungsi sebagaimana mestinya, karena protein pecah. Dalam keadaan seperti itu kemampuan untuk menyerap obat, tidak akan memadai.

Biaya infus bagi pasien yang rendah kadar albuminnya, cukup mahal, yaitu Rp1,4,- juta. Karenanya, jagalah, agar kadar albumin berkisar antara 3,5 – 4,5.

Bu Astuti, Guru Besar di Universitas Hasanuddin, Makassar, istri Pak Taslim Arifin, sangat perihatin atas hal tersebut di atas. Diupayakannya untuk menemukan bahan lain untuk meningkatkan kadar albumin, dengan biaya yang tidak (harus) mencekik leher. Ditemukanlah di ikan gabus. Karena mudah didapat, harganya juga murah.

Pada uji coba pertama, ibu yang ahli gizi itu memberikan masakan ikan gabus kepada pasien di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Berhasil. Kadar albumin meningkat.

Kini ekstrak ikan gabus telah dikemas dalam kapsul, harga Rp. 7.000,- per kapsul. Dua kapsul diminum tiga kali sehari. Sama dengan enam kapsul, sama dengan Rp42.000,- tiap hari. Kalau kapsul harus diminum selama sepuluh hari, jumlah seluruh biaya adalah 10 x Rp42.000 = Rp420.000,-. Bandingkan dengan biaya infus yang sebesar Rp4,2 juta.

Dengan nomor publikasi 047.137.A, pada tanggal 8 Maret 2008 Departemen Kehakiman telah mengumumkan permohonan paten yang telah didaftarkan Ibu Astuti dengan nomor P00200600144, dengan judul produk Konsentrat Protein Ikan Gabus.

Untuk lebih menguji kehandalan suplemen makanan itu, kapsul dikirim Ibu Astuti ke rekan-rekan dokter di Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan pesan: “Berikan kepada pasien gula, patah tulang, TBC, stroke dan gizi buruk. Hasilnya? Pasien lebih cepat sembuh, kondisi jadi lebih baik.

Ibu Astuti menghabiskan waktu selama sepuluh tahun mulai awal penelitian sampai dengan pengkapsulan ikan gabus dengan rincian sebagai berikut:

• Mulai meneliti tahun 1994.

• Mulai memberikan cairan ikan gabus tahun 2003.

• Menghasilkan ikan gabus dalam kapsul, mulai tahun 2004.

Analsis

• Tuhan menyediakan segala sesuatu yang diperlukan umat manusia untuk (menopang) hidupnya. Di satu sisi ada alam dengan segala macam isinya, dan di sisi lain manusia antara lain dibekali dengan otak untuk dapat dengan baik memanfaatkan kekayaan alam, dengan bantuan berbagai organ tubuh yang lain. Itulah sebabnya, berusaha hukumnya wajib bagi manusia.

Salah satu di antara yang dimiliki alam dan tersedia bagi manusia adalah ikan gabus, jenis ikan air tawar yang telah dikenal orang Indonesia sejak zaman purba. Tetapi, mengapa baru pada abad XXI ikan gabus menjadi lebih berarti daripada sekadar sebagai lauk? Karena, otak yang kita perlukan untuk dapat mengungkap rahasia alam itu baru kita miliki pada 1994. mengapa? Karena, bangsa kita lebih kuat kecenderungannya untuk menjadi pembeli dan pemakai atau penikmat daripada sebagai peneliti. Ikan gabus ya ditangkap, dimasak dan dimakan.

Tetapi ibu Astuti, yang adalah seorang ahli gizi, merasa terpanggil untuk melakukan penelitian terhadap ikan gabus. Sungguh, hasilnya sangat mencengangkan. Ternyata ikan gabus tidak hanya mampu memenuhi selera makan, melainkan juga mampu membebaskan manusia dari sejumlah belenggu derita.

Ibu astuti mematahkan tradisi kita dalam memandang dan memperlakukan ikan gabus, yang begitu sederhana.

• Dalam kelompok ikan, tidak hanya ikan gabus. Masih berpuluh-puluh jenis ikan yang lain, yang mungkin saja tidak hanya berguna untuk dimakan atau dipelihara. Dalam kelompok hewan dan tumbuh-tumbuhan pun sangat banyak jenisnya yang mungkin belum terungkap kegunaannya di samping yang kini telah dikenal.

Contoh nyata yang telah sangat lama kita kenal dalam kelompok tumbuh-tumbuhan adalah jamu, yang dijual tukang jamu gendong, tanpa ketentuan, termasuk ketentuan tentang dosis.

• Anda juga punya hak untuk melakukan penelitian di bidang yang Anda kuasai dan minati. Kecuali Anda harus memiliki kemauan untuk melakukan penelitian, Anda juga harus mampu melakukannya, berani melaksanakannya, sabar, ulet dan optimis. Sangat perlu Anda ketahui dan sadari, bahwa kemungkinan gagal pada suatu ketika atau tahap, dapat terjadi. Tetapi, jangan Anda buru-buru menghibur diri dengan mengatakan “kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”. Sebab, yang benar adalah “Kegagalan adalah pelajaran yang sangat berharga”. Karenanya, pelajari apa sebab anda gagal.

Contoh, peneliti yang sangat berhasil adalah Firman, pengusaha singkong goreng dengan merk “Tela Krezz”. Dia menemukan belasan jenis bumbu singkong goreng. Baca tulisan tentang Firman.

Yang dapat dipertanyakan

• Indonesia memiliki banyak sekali orang pandai. Juga memiliki peneliti dalam jumlah yang tidak sedikit. Laboratorium sebagai sarana pokok penunjang penelitian juga kita miliki, baik yang tegolong model lama, maupun yang tergolong model baru.
 
 Albumin
 Albumin merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Protein yang larut dalam air dan mengendap pada pemanasan itu merupakan salah satu konstituen utama tubuh. Ia dibuat oleh hati. Karena itu albumin juga dipakai sebagai tes pembantu dalam penilaian fungsi ginjal dan saluran cerna.Kalau Anda sulit membayangkan rupa albumin, bayangkanlah putih telur. Berat molekulnya bervariasi tergantung spesiesnya—terdiri dari 584 asam amino. Golongan protein ini paling banyak dijumpai pada telur (albumin telur), darah (albumin serum), dalam susu (laktalbumin). Berat molekul albumin plasma manusia 69.000, albumin telur 44.000, dalam daging mamalia 63.000.
Albumin memiliki sejumlah fungsi. Pertama, mengangkut molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolisme—asam lemak bebas dan bilirubuin—dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lainnya agar dapat dimetabolisme atau diekskresi. Fungsi kedua yakni memberi tekanan osmotik di dalam kapiler.
Albumen bermanfaat dalam pembentukan jaringan sel baru. Karena itu di dalam ilmu kedokteran, albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah, misalnya karena operasi, pembedahan, atau luka bakar. Faedah lainnya albumin bisa menghindari timbulnya sembab paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah.
Pendeknya, albumin memiliki aplikasi dan kegunaan yang luas dalam makanan atau pangan serta produk farmasi. Dalam produk industri pangan albumin, antara lain, berguna dalam pembuatan es krim, bubur manula, permen, roti, dan podeng bubuk.
Sedangkan dalam produk farmasi, antara lain, dimanfaatkan untuk pengocokan (whipping), ketegangan, atau penenang dan sebagai emulsifier. Kadar albumin yang rendah dapat dijumpai pada orang yang menderita: penyakit hati kronik, ginjal, saluran cerna kronik, infeksi tertentu.
 
 
 
Dr.Fajar Rudy Qimindra
dr.Umum RS Pertamina balikpapanDok, Saudara saya seorang wanita menderita kedua kakinya bengkak. hasil laboratoriumnya menunjukan nilai albumin darahnya rendah. Dan harus diberi infusan albumin. Adakah pengganti albumin dari makanan? Soalnya mahal harga satu botolnya albumin. saya mendengar ikan gabus itu tinggi albuminnya Apa Benar, Dok?
 
 

 

Ibu Kam, Bppn.
Jawab:
Salam sehat selalu buat Ibu dan keluarga,
Kedua kaki bengkak dapat mengarah ke banyak hal yang harus ditegaknya diagnosis penyakit tersebut. Beberapa kemungkinannya berupa kelainan hati, jantung, ginjal ataupun penyakit lain yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh . Tentunya setelah menjalani pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan lainnya , dokter akan memastikan jenis penyakit tersebut.
Sedangkan albumin itu sendiri adalah salah satu jenis protein darah yang diproduksi di hati (hepar). Saat Hati normal mampu memproduksi 11-15 gr Albumin/ hari. Bahkan ia merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen.Sedangkan nilai normal dalam darah sekitar 3.5 sampai 5 g/dL.
Albumin memiliki sejumlah fungsi. Fungsi pertama yakni mengatur tekanan osmotik di dalam darah. Albumin menjaga keberadaan air dalam plasma darah sehingga bisa mempertahanan volume darah. Bila jumlah albumin turun maka akan terjadi penimbunan cairan dalam jaringan (edema) misalnya bengkak di kedua kaki. Atau bisa terjadi penimbunan cairan dalam rongga tubuh misalnya di perut yang disebut ascites.
Fungsi yang kedua adalah sebagai sarana pengangkut/transportasi. Ia membawa bahan –bahan yang yang kurang larut dalam air melewati plasma darah dan cairan sel.Bahan-bahan itu seperti asam lemak bebas, kalsium, zat besi dan beberapa jenis obat.
Albumin bermanfaat juga dalam pembentukan jaringan tubuh yang baru. Pembentukan jaringan tubuh yang baru dibutuhkan pada saat pertumbuhan (bayi, kanak-kanak, remaja dan ibu hamil) dan mempercepat penyembuhan jaringan tubuh misalnya sesudah operasi, luka bakar dan saat sakit .
Begitu banyaknya manfaat albumin sehingga dapat dibayangkan apabila mengalami kekurangan maka banyak organ tubuh yang sakit.
APA MANFAAT IKAN GABUS?
Banyak sumber albumin yang yang bisa kita manfaatkan seperti telur , susu dan daging. Bagaimana dengan ikan gabus ? ikan ini dikenal juga dengan nama kutuk ,aruan, kocolan , bogo , licingan , atau dalam bahasa Inggris disebut common snakehead.
Beberapa penelitian telah dipublikasikan diantaranya disampaikan oleh Prof.Doktor.Ir.Eddy Suprayitno MS, Guru Besar Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang dalam Rapat Senat Terbuka Tgl 4 Januari 2003.Lebih lanjut melalui dokter bedah Digestif dalam penelitiannya dia telah melakukan verifikasi antara Human Serum Albumin dengan Fish Albumin Ikan Gabus dan terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka hingga 30 % (dari rerata 10 hari menjadi 7 hari).
Memang tidak semua orang suka dengan rasa dan bauamis ikan gabus. Hal ini sudah disiasati dengan cara ikan gabus dibuat ekstrak dalam bentuk bubuk lalu dimasukkan ke dalam kapsul.Penelitian ini dilakukan oleh Prof. DR. dr. Nurpudji A. Taslim, MPH., SpGK., ahli gizi dari CFNH (Center for Food, Nutrition, and Health) bersama rekan-rekannya di Universitas Hasanudin, yang berhasil membuktikannya. Penelitian ini dilakukan di RS Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah beberapa kali mengonsumsi ikan gabus, kadar albumin si pasien meningkat sehingga kesehatannya pun membaik lebih cepat. Beberapa penelitian juga bernada sama yaitu ada manfaat ikan gabus untuk meningkatkan kadar albumin.
Tentunya tidak hanya berhenti pada ikan gabus saja. Masih banyak jenis ikan lainnya yang belum dilakukan penelitian . Tidak hanya nilai albumin saja yang diperhatikan tetapi juga asupan gizi seimbang. Karena tubuh juga membutuhkan zat gizi dari karbohidrat, lemak,protein jenis lain, vitamin dan mineral. Dan tetap mengikuti advis dokter yang merawat.
Semoga bermanfaat dan salam sehat selalu.
pujimin

pujimin

http://pujimin.blogdrive.com/

 

Tags: , , ,

DARUWIJAYA Networks

Welcome to http://daruwijaya.wordpress.com

Situs ini tidak ada link dengan situs yang menjual PUJIMIN lainnya. (daruwijaya networks only)

druwijaya@yahoo.co.id

 
Leave a comment

Posted by on July 3, 2008 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.